PROSESPENGECORAN LOGAM. Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan menjadi dua katagori : 1. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai. 2. Pengecoran dengan cetakan permanen. Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai, untuk mengeluarkan produk corannya cetakan harus dihancurkan.
b Batik cantin lebih gamb Ga Cap, yaitu ng cap. Ciri- cepat, me bar kurang d s u kain bat -ciri batik c enggunakan detail, muda Gambar2. P http 31 k tulis diker sumber dok tik yang p ap mengg n canting c ah luntur da Proses Pem p rjakan deng kumentasi proses pem gunakan ka cap, batika an berbau h mbuatan Bat gan canting malamannya in mori, pro an rapi, bo harum. tik Cap a menggun oses pemala olak-balik s nakan aman sama, 32 c Batik Tulis dan Cap, yaitu kain batik yang proses pembuatannya merupakan kombinasi cap dan tulis tangan. Ciri-ciri batik tulis dan cap menggunakan kain mori, proses pemalaman lebih cepat, menggunakan canting cap dan tulis, batikan rapi, bolak balik sama dan gambar kurang detail, mudah luntur, dan berbau harum. Proses pembuatan batik ini biasanya didahului dengan mengecap kain dengan lilin batik kemudian menambahi isen-isen dan penyempurnaanya secara tulis tangan. Menurut beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis batik terdiri dari batik tulis, batik cap, dan batik tulis dan cap yang merupakan kombinasi dari batik tulis dan batik cap. Ketiga jenis batik tersebut pada dasarnya menggunakan bahan yang sama namun menggunakan alat yang berbeda pada penorehan malam pada kain. Batik cap menggunakan canting cap, batik tulis menggunakan canting tulis dengan bantuan tangan sedangkan batik tulis dan cap merupakan kombinasi kedua teknik tersebut. 3 Ornamentasi Batik Menurut Asti Ambar 2011 23 ornamentasi batik dibagi dalam tiga bentuk yaitu klowongan, isen-isen, dan ornamentasi harmoni. Klowongan merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari desain batik secara umum. I sen-isen adalah proses pengisian bagian-bagian ornamen dari pola yang ditentukan. Terdapat beberapa pola yang biasa digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya. Ornamentasi harmoni adalah penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan sehingga menunjukan harmonisasi secara umum. Pola yang digunakan menunjuk n biasanya kan modifika Ga pola ukel, g asi tertentu ambar 3. Co www G www. 33 gelar, gring dari pola is ontoh Klowo Gambar 4. I s .artscraftind gsing, atau sen. ongan motif sen isen beberapa p f kawung m pengaturan yang 4 Alat d Menur disiapkan a Bandu Bandu menahan pembatik b Dingk Dingk Tingginya c Gawa Gawa menggant Ga dan Bahan U rut Asti untuk mem ul ul terbuat d kain mori y secara tidak klik klik atau ban disesuaikan ngan ngan digun tungkan kai mbar 5. Co ekstraks www. Untuk Memb Ambar B. mbuat batik dari logam, yang baru d k sengaja. ngku adalah n dnegan ti nakan sebag n mori yang 34 ontoh Harmo i berbagai p .artscraftind buat Batik Arini 2011 tulis, yaitu timah, tem dibatik agar h tempat du nggi orang gai tempat g akan diba onisasi isen pola motif b 1 27 al mbaga atau tidak muda uduk yang d yang mem untuk men atik. -isen dan batik m at dan ba u kuningan ah ditiup an digunakan u batik. nyampirkan han yang berfungsi u ngin atau ta untuk mem n kain, berf perlu untuk arikan batik. fungsi 35 d Taplak Taplak terbuat dari kain berfungsi untuk menutup dan melindungi paha pembatik dari tetesan lilin malam dari canting. e Meja kayu Meja kayu merupakan alat penghalus kain secara tradisional, yang terbuat dari kayu yang berbentuk meja. Alat ini digunakan untuk meratakan kain mori yang kusut sebelum diberi pola motif batik dan dibatik. f Canting Canting merupakan alat untuk melukis atau menggambar coretan malam pada mori. Menurut fungsinya canting dibagi menjadi beberapa macam, yaitu 1 Canting reng-rengan Canting ini digunakan untuk membatik reng-rengan . Reng-rengan adalah batikan pertama yang sesuai dengan pola atau batik kerangka dari motif pola dasar sebelum pembatikan selanjutnya. 2 Canting isen Canting isen adalah canting untuk mengisi bidang polan . Polan adalah hasil mencontoh kerangka pola batik bersama isen . Canting isen bercucuk kecil, baik tunggal maupun rangkap. Menurut besar kecilnya, cucuk cucuk dibagi menjadi tiga macam yaitu canting carat cucuk kecil, canting carat cucuk sedang, dan canting carat cucuk besar. g Kain mori 36 Kain mori merupakan kain yang terbuat dari kapas dan cocok digunakan sebagai bahan dasar batik. Banyaknya kain mori untuk batik disesuaikan dengan kebutuhan. h Lilin malam Lilin malam yang digunakan yaitu lilin yang telah dicairkan. Jenis-jenis malam yaitu malam tawon, malam lancing, malam sedang, malam putih, malam kuning, malam songkal, malam geplak, dan malam gandarukem. i Kompor Kompor kecil dan wajan digunakan untuk memanaskan lilin. Kompor yang digunakan biasanya menggunakan bahan bakar minyak tanah. j Zat pewarna Zat pewarna yang digunakan untuk membatik dapat berasal dari pewarna sintetis maupun alami. 5 Pewarnaan Menurut Asti Ambar 2011 dalam proses batik membutuhkan dua macam pewarnaan. Pada mulanya digunakan pewarna alami dari bahan alami, seperti daun, kulit pohon, kayu, kulit akar, bunga dan sebagainya. Dengan semakin berkembangnya zaman dan kebutuhan akan pewarna yang lebih mudah penggunaanya, maka dipakailah pewarna kimiawi kimiawi sintetis adalah pewarna yang diperoleh dari bahan-bahan antara naftol, indigosol, dan remazol. Menurut Asti Ambar 2011 25 beberapa tanaman dapat digunakan sebagai pewarna alam, antara lain a Soga Tegeran 37 Tanaman pedu berduri ini dimanfaatkan sebagai pembuat warna kuning pada kain. Tanaman ini banyak tersebar di Jawa, Madura, Kalimantan serta Sulawesi. Bila dimanfaatkan sebagai pewarna alam, tegeran atau kayu kuning perlu diekstraksi dan diberi bahan fiksasi atau penguat. b Soga Tingi Kulit kayu pada tanaman mirip tembakau ini digunakan sebagai penghasil warna gelap kecoklatan pada tekstil. c Soga Jambal Tanaman ini menghasilkan warna coklat kemerahan dari kayu batangannya sehingga cocok digunakan untuk pewarna alami pada teksti. Berbeda dengan soga lainnya, tanaman ini termasuk jenis pohon besar mencapai 25 meter tingginya. d I ndigo I ndigfera tinctoria adalah tanaman polng-polongan berbunga ungu. Daunnya dimanfaatkan untuk menghasilkan warna biru dari perendaman daun selama semalam, kemudian dilanjutkan dengan proses ekstraksi hingga layak digunakan pada proses pencelupan kain atau benang. e Mengkudu Kulit akar mengkudu berguna untuk menghasilkan warna merah tua untuk tekstil. f Kunyit Rimpang kunyit dapat digunakan sebagi pewarna tekstil. Bila dicampur dengan tarum indigo kunyit akna menghasilkan warna hijau. g Daun Mangga 38 Daun mangga dapat digunakan untuk pewarana alami pada tekstil. Jika diekstrak, daun mangga menghasilkan warana hijau. h Kesumba Kesumba digunakan oleh perusahaan testil sebagi pewarna alam yang aplikatif tak hanya pada produk makanan, juga untuk tekstil. Bijinya menghasilkan warna merah oranye. 6 Proses Membatik Asti Ambar 2011 31 menjelaskan ada beberapa tahapan dalam proses pembuatan batik tulis, yaitu a Membuat desain batik molani yaitu membuat pola atau gambar motif batik. Biasanya desain dibuat dengan menggunakan pensil. b Melukis dengan lilin malam menggunakan canting dengan mengikuti pola. c Menutupi motif dengan lilin pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih tidak berwarna. Tujuannya agar saat pencelupan bahan ke dalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena. d Pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertuptup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. e Menjemur kain yang telah dicelupkan sampai kering. f Kembali melakukan proses pembatikan dengan melukis lilin menggunakan canting menutupi bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama. g Pencelupan warna yang kedua. h Menghilangkan lilin dari kain dengan cara mencelupkan kain dengan air panas di atas tungku. 39 i Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin menggunakan canting untuk menahan warna pertama dan kedua. Proses membuka dan menutup lilin dapat dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. j Proses selanjutnya adalah nglorot, kain yang sudah berubah warna direbus air panas. Tujuannya untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang digambar sebelumnya terlihat jelas. k Proses terakhir adalah mencuci kain batik dan mengeringkannya. Beberapa istilah dalam pembuatan batik tulis sesuai dengan urutan prosesnya menurut Asti Ambar 2011 32, yaitu a Ngloyor, proses membersihkan kain dari pabrik yang biasanya masih mengandung kanji, menggunakan air panas yang dicampur degan merang atau jerami. b Ngemplong, yaitu proses memadatkan serat-serat kain yang baru dibersihkan. c Memola, yaitu pembuatan pola menggunakan pensil ke atas kain. d Mbatik, yaitu menempelkan lilin malam batik pada pola yang telah digambar menggunakan canting. e Nembok, yaitu menutupi bagian yang nantinya dibiarkan putih dengan lilin tembokan. f Medel, yaitu mencelupkan kain yang telah dipola, dilapisi lilin pewarna yang sudah disiapkan. g Ngerok nggirah, yaitu proses penghilangan lilin dengan alat kerok. 40 h Mbironi, yaitu menutupi bagian-bagian yang akan dibiarkan tetap berwarna putih dan tempat-tempat yang terdapat cecek titik-titik. i Nyoga, yaitu mencelup lagi dengan pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan. j Nglorod, yaitu proses menghilangkan lilin dengan air mendidih kuntuk kemudain dijemur. Menurut Ari Wulandari 2011 152 proses membatik secara umum yaitu a Ngemplong Ngemplong merupakan proses penghilangan kanji. Penghilangan kanji dilakukan dengan cara mencuci kain mori kemudian memasukkannya ke dalam minyak jarak agar kain lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi dan memalu kain agar lapisan kain halus dan mudah dibatik. b Nyorek atau Memola Nyorek merupakan proses menjiplak atau membuat pola di atas kain mori dengan cara meniru pola motif yang sudah ada atau biasa disebut dengan ngeblat. c Mbatik Mbatik adalah proses menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dari nglowong menggambar garis-garis di luar pola dan isen-isen mengisi pola dengan berbagai macam bentuk. d Nembok Nembok adalah proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dengan menggunakan malam. Bagian tersebut ditutupi dengan lapisan malam yang tebal seolah-olah merupakan tembok penahan. 41 e Medel Medel yaitu proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan. f Ngerok dan Mbirah Pada proses ini, malam pada kain dikerok secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dibilas dengan air bersih. Setelah itu, kain diangin-anginkan. g Mbironi Mbironi adalah menutupi warna dan isen-isen pola yang berupa cecek atau titik dengan menggunakan malam. h Menyoga Meyoga berasal dari kata soga, yaitu sejenis kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna cokelat. Adapun caranya adalah dengan mencelupkan kain ke dalam campuran warna cokelat tersebut. i Nglorod Nglorod merupakan tahapan terakhir dalam proses membatik yaitu proses melepaskan malam lilin dengan cara memasukan kain yang sudah cukup tua warnanya ke dalam air yang mendidih. Setelah diangkat, kain dibilas dengan air bersih kemudian di angin-anginkan. Menurut beberapa pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses membatik terdiri dari beberapa tahapan yaitu ngloyor pembersihan kanji pada kain , ngemplong memadatkan serat kain , nyorek memola membuat menjiplak motif pada kain menggunakan pensil , mbatik menorehkan malam pada kain , nembok menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna 42 dasar , medel mencelupkan kain pada sebuah cairan untuk mendapatkan warna , ngerok penghilangan lilin dengan logam , mbironi menutupi isen-isen menggunakan malam , nyoga pewarnaan kain , dan nglorod melepaskan malam dengan air yang mendidih . Meskipun beberapa pendapat terdapat perbedaan istilah namun proses membatik pada umumnya sama dan urutan prosesnya sama. B. Hasil Penelitian Yang Relevan Penelitian yang relevan ini dimaksudkan untuk mengkaji hasil penelitian yang relevan dengan penelitian penulis. Ada beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, diantaranya sebagai berikut 1. Penelitian yang diilakukan oleh Uswatun Khasanah berjudul “Pengaruh Penerapan Model Active Learning Small Group Work Pada Pembelajaran Muatan Lokal Membatik Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Negeri 1 Pandak. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui keterkaitan pengaruh model pembelajaran Active Learning Small Group Work dengan hasil hasil belajar siswa pada muatan lokal membatik. Melalui penggunaan model pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan hasil penelitian bahwa hasil belajar siswa pada muatan lokal membatik dapat ditingkatkan secara signifikan melalui penerapan model Active Learning Small Group Work. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu metode penelitian yang digunakan dan subjek penelitiannya. Meskipun yang diukur cenderung sama namun penelitian tersebut menggunakan model pembelajaran sedangkan penelitian ini mengamati pelatihanyang terselenggara di SD N Tanjungharjo untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. 43 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kisti Wardani yang berjudul “ Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Pencapaian Kompetensi Membatik Menggunakan CTL Pada Muatan Lokal Berkategori Best Practise Di SMP N 1 I mogiriâ€. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuifaktorintern dan faktorekstern yang mendukungkeberhasilansiswadalampencapaiankompetensimembatikmengun akan CTL padamuatan local berkategori best practice di SMP Negeri 1 I mogiri dan penerapanstrategi CTL padamuatanlokalmembatik di SMP Negeri 1 I mogiri. Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Kisti Wardani dan penelitian ini yaitu penggunaan model pembelajaran CTL pada muatan lokal membatik dan fokus penelitian yang akan diteliti berbeda meskipun cakupan materi sama yaitu muatan lokal membatik. Penelitian ini sama-sama mengukur keberhasilan kompetensi pada mulok membatik namun lebih menekankan pada pengamatan pada pelatihan yang ada di SD N Tanjungharjo. 3. Penelitian yang dilakukan oleh Dianur Hikmawati yang berjudul “Evaluasi Efektifitas Program Pelatihan Service Excellence Di Rumah Sakit Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakartaâ€. Penelitian tersebut mengukur evaluasi efektifikas program pelatihan, gambaran evaluasi pelatihan pada ranah reaksi,pembelajaran, perilaku dan hasil, gambaran efektifitas program pelatihan dan hubungan evaluasi dengan efektifitas pelatihan pada ke empat ranah tersebut. Penelitian yang dilakukan Dianur Hikmawati memiliki kesamaan dengan penelitian ini yaitu mengukur efektifitas pelatian ditinjau dari keberhasilan pelatihan. 44 Kedudukan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar SD Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo untuk mengukur keberhasilan pelatihan dan pencapaian kompetensi membatik yang diselenggarakan pada mata pelajaran muatan lokal. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang terdahulu yang sama-sama mengukur keberhasilan kompetensi siswa pada mulok yang terselenggara namun menggunakan metode yang berbeda. C. Kerangka Pikir Penelitian ini meneliti keberhasilan membatik pada tingkat sekolah dasar SD. Keberhasilan membatik ditinjau dari kompetensi hasil belajar pada tingkat sekolah dasar melalui muatan lokal bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan maupun ketrampilan dasar bagi siswa Sekolah Dasar agar kompetensi atau kemampuan akademik, sosial, dan pribadi di bidang pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat dikembangkan dengan melakukan sebuah pelatihan. Melalui sebuah pelatihan ketrampilan membatik yang diselenggarakan pada muatan lokal, siswa Sekolah Dasar SD yang semula tidak memiliki bekal apa- apa pada bidang praktik ketrampilan membatik ini apabila diberikan pelatihan ketrampilan membatik maka siswa dapat 1 memiliki bekal ketrampilan membatik yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada tingkat pendidikan selanjutnya, 2 kemampuan pengetahuan dan ketrampilan siswa tingkat Sekolah Dasar SD yang diperoleh akan lengkap dan utuh, bukan hanya menguasai materi dalam kurikulum nasional saja, tetapi juga mengenal lingkungan milik mereka sendiri secara lebih mendalam, dan 3 mengenal dan menjadi akrab 45 dengan lingkungan alam, sosial dan budayanya salah satunya yaitu kesenian membatik. Sesuai dengan tujuan pelatihan membatik bagi siswa, pembelajaran muatan lokal membatik tersebut bagi siswa sekolah dasar sangat diperlukan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap hidup kepada peserta didik agar memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungan dan masyarakat sesuai dengan nilai yang berlaku di daerahnya. Output pelatihan membatik pada muatan lokal di Sekolah Dasar SD diharapkan dapat mencapai kriteria kompeten sehingga pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar SD siswa mampu bersikap dan berperilaku selaras dengan nilai dan aturan yang berlaku didaerahnya serta melestarikan dan mengembangkan budayanya dalam rangka menunjang pembangunan nasional sesuai dengan tujuan muatan lokal. D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan Latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah ,maka dapat dikemukakan pertanyaan penelitian sebagai berikut 1. Bagaimana hasil belajar kompetensi membatik siswa SD N Tanjungharjo? a. Bagaimana hasil belajar pengetahuan membatik siswa SD N Tanjungharjo melalui pelatihan? b. Bagaimana hasil belajar praktik membatik siswa SD N Tanjungharjo melalui pelatihan?
- Правецо ኚ ጉаጊи
- ጧψоրо ενеφ ուփ
- Εмոχеγ аφиτоճ
- Փеηէ юпс аջապաዔыσу
- Тваኃайደт чቸዘувαзв θсቻпխзαሏեч
- Падручежо рселጡ атвиρаψ
- Енатοврու ኻγусно фዘπυፗ
- Ծифጅջ и
- Деዮуроц ጬςи υካуйяፓ
- ኪубиглθ прιմօτуቭу փагፒм
3 Kain batik tulis berbau lilin batik. 4. Bila ada remukan lilin (khususnya yang sengaja dibuat), tidak akan dapat secara teratur dan berulang. 5. Warna batik tulis kedua bidang bolak-balik sama. Secara umum proses pembuatan batik tulis membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama seperti pada jaman dulu.
Ilustrasi membatik. Pixabay/DukeashJAKARTA - UNESCO United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB Persatuan Bangsa-bangsa, sejak 2 Oktober tahun 2009 lalu mengakui Batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang berasal dari website resminya, UNESCO menjabarkan batik sebagai teknik, simbolisme dan budaya seputar pakaian katun dan sutra yang diwarnai dengan tangan yang dikenal sebagai Batik diwarnai oleh pengrajin yang menggambar desain pada kain menggunakan titik dan garis yang dibuat mereka dengan lilin panas, yang tahan terhadap pewarna. Sehingga memungkinkan mereka untuk mewarnai secara selektif dengan merendam kain dalam satu warna, menghilangkan lilin dengan air mendidih dan mengulanginya jika menginginkan adanya variasi beberapa keterangan tersebut, maka jelas bahwa sebuah kain bisa disebut batik, jika pembuatannya menggunakan lilin. Baik itu ditulis atau pun dicap. Sementara kain yang dibuat menggunakan mesin cetak atau alat modern lainnya, tak lebih dari sebuah kain yang menggunakan motif produksi sebuah batik, lilin atau yang dikenal juga sebagai malam, memang memegang peran penting sejak tahap awal. Berikut tiga jenis lilin malam yang terkait dalam proses produksi KlowongSesuai namanya, malam klowong berfungsi untuk untuk nglowongi. Atau sebutan untuk pekerjaan pelekatan lilin pertama sebagai dasar kerangka motif pada kain sesuai yang klowong ini memiliki sifat mudah sekali encer saat dipanaskan, tapi juga mudah membeku saat didiamkan atau dilekatkan ke kain. Sehingga dapat digunakan untuk membuat garis motif yang yang gampang diencerkan, membuat malam klowong juga tidak memiliki daya lekat yang kuat, gampang remuk, mudah tembus pada kain. Namun, itu membuatnya mudah dilorot atau lepas dalam air, tidak tahan terhadap larutan alkali, dan tidak meninggalkan bekas pada TembokanSama seperti sebelumnya. Nama malam Tembokan pun diambil dari fungsinya yang digunakan untuk nemboki. Atau dalam bahasa Indonesia adalah memblokir bidang yang luas pada sebuah pola batik yang telah digambarkan pada kain. Proses ini bertujuan agar pewarna tak bisa masuk ke dalam bagian fungsi itu, malam yang juga kerap disebut sebagai malam popokan ini, memiliki sifat daya lekat yang kuat, mudah meresap pada kain, tidak mudah remuk, lama mencair dan cepat tembokan pun tahan terhadap larutan alkali dan tidak akan mudah lepas saat dilorot atau direndam dalam BironiTerakhir ada malam bironi, yang juga dikenal sebagai lilin tutupan. Dari namanya, jelas bahwa malam bironi berfungsi untuk menutupi beberapa bagian pada kain batik yang sedang tersebut yakni bagian kain yang telah diberi warna pada motif tertentu, dan ingin dipertahankan saat kain dicelup atau bironi ini memiliki sifat yang mirip dengan lilin klowong. Seperti mudah mencair dan membeku, daya lekat tidak terlalu kuat, mudah tembus kain, tidak tahan terhadap larutan alkali dan mudah pembuat malamUntuk bahan pembuat malam sendiri. Baik itu malam klowong, tembokan, atau bironi, biasanya berasal dari bahan yang sama. Seperti beberapa di antaranya; gondorukem getah pinus yang telah disuling, parafin, microwax jenis parafin yang lebih halus, getah damar, lemak binatang kendal, gajih, minyak kelapa, lilin lanceng, lilin tawon kote dan agar sesuai dengan fungsinya masing-masing. Komposisi bahan pembuatan akan disesuaikan. Apakah ingin membuat malam yang memiliki daya tahan kuat terhadap air seperti malam tembokan. Atau sebaliknya yang mudah meleleh atau mencair seperti malam klowong dan malam sendiri sebenarnya berasal dari sebutan orang Jawa zaman dulu terhadap sarang dulu banyak memanfaatkan sarang lebah tersebut, tepatnya kumpulan struktur berbentuk heksagonal yang tersusun dari ester asam lemak dan berbagai senyawa alkohol rantai panjang, untuk membatik. Dengan fungsi seperti malam yang kita kenal saat situlah, kendati peran sarang lebah atau malam telah terganti dengan bahan lainnya. Para pengrajin batik masih kerap menyebut bahan pengganti tersebut, dengan sebutan malam.
Senibatik berawal dari seni tradisional yang dibuat khusus untuk para petinggi keraton pada zaman kerajaan di Nusantara. Seiring dengan perkembangannya, kini kain batik telah dipakai oleh berbagai kalangan, bahkan telah mendunia. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO memberikan pengakuan dan mengesahkan secara resmi batik Indonesia sebagai warisan
0% found this document useful 0 votes20 views6 pagesDescriptionBahan Penyusun Lilin Dalam Pembuatan BatikCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes20 views6 pagesBahan Penyusun Lilin Dalam Pembuatan BatikJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Setelahkain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. Proses selanjutnya adalah nglorot
Lanjut ke konten Ilustrasi gambar Pelapisan lilin merupakan salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan dan melindungi produk segar dari kerusakan dan pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan seperti mikroba. Selain itu pelilinan juga bertujuan untuk menutupi luka atau goresan kecil pada permukaan buah dan sayuran. Lilin adalah pelapis yang digunakan untuk menggantikan lilin alami pada kulit buah yang hilang akibat pencucian. Pelilinan dapat digunakan untuk mengurangi kehilangan air dan menutup luka Kader 1992. Wrasiati et al. 2001 melaporkan bahwa pelapisan lilin dengan konsentrasi 10% pada permukaan kulit buah salak Bali memberikan hasil yang terbaik dan dapat memperpanjang umur simpan buah salak yang semula 7 hari menjadi 12 hari, serta dapat mempertahankan kualitas buah salak. Mekanisme pelapisan lilin adalah menutupi pori-pori buah dan sayuran yang sangat banyak. Dengan pelapisan lilin diharapkan pori-pori dari buah-buahan dan sayuran dapat ditutup sebanyak 50%, sehingga dapat mengurangi kehilangan air, memperlambat proses fisiologis, dan mengurangi keaktifan enzim-enzim pernafasan Setiasih 1999. Pembuatan emulsi lilin tidak diperkenankan menggunakan air sadah, karena garam-garam yang terkandung di dalam air sadah tersebut dapat merusak emulsi lilin Pantastico et al. 1986. Emulsi-emulsi lilin dalam air lebih aman digunakan daripada pelarut-pelarut lilin yang mudah terbakar. Untuk membuat satu liter emulsi lilin larutan dibuat dengan campuran 100 g lilin ditambahkan 20 ml asam oleat, 40 ml trietanolamin dan akuades sampai volumenya menjadi 1000 mL. Dengan cara ini diperoleh konsentrasi lilin 10% Wrasiati et al. 2001. Pelilinan biasanya dikombinasikan dengan bahan kimia pemberantas bakteri dan cendawan. Fungisida digunakan untuk menghindari kerusakan oleh cendawan pada bahan organik. Fungisida dapat diberikan bersamaan dengan pelapisan lilin yaitu mencelupkan buah-buahan atau sayuran ke dalam larutan fungisida, kemudian dicelupkan dalam emulsi lilin atau jika fungisida yang digunakan tidak merusak lilin, komoditas dapat langsung dicelupkan ke dalam emulsi lilin yang telah dicampur dengan fungisida Roosmani dan Syaifullah 1991. Navigasi pos
Dapatmembuat produk dengan ukuran yang besar dan berat, dengan cara yang jauh lebih ringkas. Bisa membuat produk dengan maksimal berat hingga 100 ton. Teknik cor juga bisa digunakan untuk membuat berbagai jenis logam, sehingga praktis dan efisien. Tekniknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik kebutuhan produksi atau kebutuhan pasar.
Proses pembuatan kerajinan lilin dapat dikatakan mudah. Apabila kamu memahami apa saja yang perlu kamu lakukan. Namun, sebelum itu, kamu pasti sudah akrab dengan lilin, bukan? Jika lilin dikenal Untuk membuat kerajinan lilin ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Mencakup persiapan, mengetahui kerajinan lilin yang ingin dibuat, mengetahui teknik yang ingin dibuat, melelehkan lilin, dan lain sebagainya. Yuk simak informasi ini dengan seksama! Persiapan Persiapan ini mencakup bahan maupun alat yang perlu kamu siapkan. Adapun bahan maupun alat yang perlu kamu siapkan diantaranya adalah pisau, sendok, kompor, cetakan, gelas kaca transparan, dan panic kecil berbahan stainless. Selain itu, siapkan pula panci besar untuk merebus air, crayon atau pewarna, sumbu lilin, dan bahan lainnya sesuai kebutuhan. Mengetahui Jenis Kerajinan Lilin Yang Digunakan Dengan mengetahui jenis lilin yang akan kamu gunakan. Tentunya akan memudahkan penyelesain kerajinan tersebut, bukan? Maka, cobalah gali apa yang ingin kamu buat. Apakah lilin aroma terapi, lilin ukir, atau apa. Lelehkan Lilin Setelah semua siap, potong-potonglah lilin menjadi bagian kecil. Setelah itu, nyalakan kompor dan letakan panci besar yang sudah berisikan air. Untuk airnya sendiri, itu secukupnya saja, disesuaikan dengan banyaknya wadah lilin yang dipotong-potong. Tunggulah hingga beberapa saat sampai air di dalamnya mendidih. Setelah itu, letakan panci kecil yang sudah dicampur potongan crayon atau tetesan pewarna yang diinginkan. Lalu, setelah mencari aduk hingga merata. tersebut sampai lilin mencair. Kemudian, tuangkan ke wadah khusus yang telah disiapkan. Pasang Sumbu Setelah cairan campuran lilin dan crayon di angkat dan dimasukan ke dalam gelas bening. Maka masukkanlah sumbu lilin tersebut. Sampai dengan dasar cairan lilin tersebut. Setelah itu, tunggulah hingga beberapa menit. Sehingga sumbu tersebut dapat menempel dengan sempurna. Diamkan Lilin Setelah itu, maka diamkan lilin di suhu ruangan yang normal. Sehingga, lilin dapat menggumpal dengan cepat. Waktu penungguan ini sendiri berkisar dari tiga sampai dengan empat jam. Untuk membuat sumbu berdiri dengan sempurna, kamu pun dapat menjepit sumbu dengan sumpit. Sehingga, sumbu tersebut dapat terus berdiri. Finishing Untuk tahap penyelesaiannya ini sendiri, kamu dapat menambahkan bunga kering. Apabila bagian atasnya sudah kering, maka lilin sudah bisa digunakan. Apabila ada bagian lilin yang menempel di bagian pinggirnya. Kamu dapat membersihkannya menggunakan lap. Proses pembuatan kerajinan lilin diatas dapat kamu terapkan. Namun, apabila kamu ingin mengukur lilin. Maka gunakanlah wadah khusus. Sehingga setelah mengering, lilin dapat kamu lepaskan dengan mudah dari wadahnya. Setelah itu, kamu dapat mengukirnya sesuai dengan kebutuhan.
5 Heater Oven = untuk Oven bahan yang lembab dan yang ada kandungan lilin nya. No. II. Urutan bahan cetak di " Unit Cylinder " untuk proses jalannya cetak di Printing. 6. Penangkal Static = bahan sebelum masuk tinta cetak harus lewat penangkal static. 7. Cylinder film = media untuk proses cetak sesuai disain/warna/Uk yang di inginkan. 8.
Caramenanam stroberi harus dilakukan dengan tepat dan dilahan terbuka untuk menghasilkan buah yang melimpah. Untuk itu, syarat tumbuh tanaman buah stroberi harus dipenuhi. Mengutip dari situs Balijestro, Kementerian Pertanian, Sabtu (6/8/2022), berikut syarat tumbuh tanaman stroberi. Lokasi tanam memiliki curah hujan 600-700 mm/tahun dan suhu
Irismengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.
9 Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. 10. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan 59. 11.
Bahanyang digunakan meliputi kain mori, lilin malam, pewarna dan juga zat pembantu dalam proses plorotan dan fixsasi warna agar tidak luntur. B. ALAT 1. Canting cap Digunakan untuk membuat ornament utama 2. Canting tulis Digunakan untuk membuat isian (isen isen) pada kain batik 3. Meja 16 Dilengkapi dengan busa dan kain belacu serta serak
Prosespengasuhan dan pendidikan anak usia dini perlu memperhatikan jumlah maksimal anak per kelompok, beban setiap pamong dalam mengasuh dan mendidik (minimal 18 jam, maksimal 30 jam aktivitas pendampingan per minggu), rasio jumlah anak untuk setiap pamong PAUD disesuaikan dengan usia anak (untuk kelompok usia 0-2 tahun rasio 1:5; usia 2-4
Kuasseluruh material kayu dengan wood filler yang encer agar sedikit menutup serat kayu, bila ingin meutup seluruh serat bisa diaplikasikan agak kental. Amplas dengan Grit #240; Aplikasikan Sanding Sealer dengan diencerkan menggunakan thinner sebanyak 60%. Semprotkan Sanding sealer dengan tekanan angin sebesar 35 mpa atau 3,5 bar.
7 Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulang kali sesuai banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan. 8.
4 Microwax. Microwax atau lilin micro merupakan jenis parafin yang lebih halus dan memiliki kualitas bagus. Warnanya kuning muda dan dalam keadaannya lemas (flexible) menyerupai malam kote. Dalam proses pembuatan kain batik microwax sering dipakai sebagai pengganti lilin kote (malam tawon).
ProsesPengecoran Cetakan-Habis-Pakai (1) Shell molding. Logam dipanaskan dan diletakkan di atas kotak yang telah berisi campuran pasir dengan resin termoset. Kotak dibalik sehingga campuran pasir dan resin jatuh di atas pola yang masih panas, membentuk lapisan.
Membuatatau membatik adalah menutupi bagian kain dengan cara menuliskan atau menempelkan malam cair (semacam lilin) dengan menggunakan canting atau alat cap/cetak. Bagian kain yang tidak ditertutupi oleh malam akan terwarnai oleh cairan pewarna ketika kain dicelup untuk proses pewarnaan. Proses menutupi atau menuliskan malam cair dapat dilakukan dengan cara tradisional seperti tulis dan cap
Malamatau lilin batik berfungsi untuk menutup bidang kain mori, agar motif batik dapat terbentuk ketika pewarnaan berlangsung. Meja cap ini umumnya dibuat dari kayu dengan ukuran panjang dan lebar disesuaikan dengan ukuran kain mori sementara ukuran tinggi meja dibuat sedemikian rupa supaya orang yang mencap dapat bekerja dengan nyaman
seluruhkain yang sudah di batik dan menutup dengan malam atau lilin panas bagian lain untuk mendapatkan warna berbeda. Penciptaan warna yang berbeda dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis fiksasi pada satu kain, fiksasi yang digunakan berupa tunjung, kapur dan tawas. 1. Eksplorasi visual motif dan warna
Yangdimaksud dengan menembok adalah menutup kain setelah diklowong, dengan lilin yang lebih kuat dan pada tempat-tempat yang tertutup ini, nantinya tetap putih. Nembok ini meliputi menutup permukaan, memberikan isen dan cecek pada kain yang telah diklowong. Gambar 12 - 8 Pembuatan Pola Batik 3. Membironi, merining, menutup
6fm1.